Archives June 2022

Launching Aplikasi MARKAZ dan Pelantikan Kepengurusan KADIN

Kadinwonosobo.org – Jajaran pengurus Kamar Dagan dan Industri Indonesia (KADIN) Wonosobo resmi dilantik pada Selasa 21 Juli 2022 bertempat di Sasana Adipura. Dalam acara pelantikan tersebut, KADIN Wonosobo juga melaunching aplikasi MARKAZ sebagai bentuk respon dan adaptasi terhadap perubahan.

Kadin Wonsobo mengambil tema “Transformasi Kadin menuju organisasi yang responsif dan adaptif terhadap semua perubahan”. “Maksud dari tema itu, era sekarang adalah era disruptif, jika tidak bisa merespon itu kita bisa kalah, dan harapannya bisa direspon pengusaha Wonosobo dengan tepat dan cepat,” tutur Dwi.

Acara ini diikuti sekitar 50 pengurus baru yang dihadiri oleh dewan pengurus Jateng yakni Ketum Kadin Jateng Harry Nuryanto beserta jajarannya, bersama dengan perwakilan Kadin dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dengan dilaunchingnya aplikasi MARKAZ “Kadin ingin membantu UMKM dari konvensional ke digital dan kami luncurkan Markaz, yaitu sebuah marketplace Kadin Wonosobo. Bisa digunakan jual beli online dan dapat login menggunakan Whatsapp untuk memudahkan penggunanya yang mayoritas pengguna WA aktif” tutur Dwi lebih lanjut.

Dalam aplikasi MARKAZ terdapat dua fitur yaitu E-katalog dan E-keuangan yang dapat membantu para UMKM. E-katalog berguna untuk memasarkan produk yang dimiliki oleh para UMKM sedangkan fitur E-keuangan berguna untuk pencatatan keuangan seperti hutang-piutang, kas keluar, kas masuk dan lain-lain. Hal ini berguna untuk menanggapi kelemahan para pengusaha lokal UMKM yang kurang di pencatatan keuangan. Aplikasi tersebut bisa anda download di playstore dengan kata kunci “MARKAZ UMKM” atau kenjungi link berikut MARKAZ UMKM

“Kita hidup di era inovasi teknologi yang sangat cepat, sebuah masa eksponensial yang penting dalam peradaban manusia. Kadin melihat perkembangan zaman ini tidak mungkin dihindari, sehingga kita diharuskan untuk mengikuti arus modernisasi dengan bijak, dengan membantu penggerak ekonomi lokal seperti UMKM” imbuh Dwi. Para pengusaha lokal sebagai bagian dari Kamar Dagang dan Industri harus menyikapinya sebaik mungkin menuju era digital pungkasnya.